Search
Beranda > Penyakit Prostat > Hematuria >

Kulup alias preputium alias foreskin adalah kulit yang menutupi glans penis dan bersifat retractile (dapat ditarik). Fungsi preputium antara lain adalah sebagai proteksi terhadap lubang kencing (meatus uretra eksterna), fungsi imunologis dan merupakan salah satu organ erogenous. Antara kulup dan glans penis memang normalnya waktu lahir seringkali lengket, karena secara embriologi alias "dari sononya" memang mukosa preputium dan glans penis terbentuk secara kontinyu; hal inilah yang sering disebut sebagai fimosis namun yang alamiah/fisiologis!



Apa Itu Phimosis ?


Phimosis adalah kondisi di mana preputium tidak bisa diretraksi (ditarik) melewati glans penis. Phimosis ini umumnya bersifat alamiah (physiologic phymosis). Sementara, phimosis patologis adalah kondisi di mana si kulup tidak bisa ditarik akibatnya adanya scarring di sekitar glans penis dengan preputium, biasanya akibat infeksi. Bedanya antara phimosis alamiah dan patologis adalah pada phimosis alamiah (atau fisiologis), tidak ada scarring. Kedua hal ini cukup mudah dibedakan dengan pemeriksaan fisik. Kalau kulup terasa sangat ketat pada phymosis fisiologis, maka dapat diberikan salep kortikosteroid (misalnya triamcinolone 0,1% seperti Kenalog (R) atau Ketricin (R) ) di sekitar glans penis sambil meretraksi kulup pelan-pelan; tentunya jika memang anak dan atau orangtua memilih tidak disunat.


Permasalahan seputar Preputium

Smegma adalah sel epitel yang mengalami peluruhan (deskuamasi) yang terperangkap di bawah preputium, dan seringkali membentuk semacam benjolan kecil berwarna putih di bawah kulit. Biasanya smegma ini akan keluar (ekstrusi) sendiri saat kulup sudah menjadi retractile.


Paraphimosis berarti kulup teretraksi (tertarik ke belakang) beberapa waktu, yang kalau dibiarkan, akan terjadi pembengkakan dan preputium terjebak di belakang glans penis. Biasanya hal ini terjadi saat anak mandi atau berkemih, namun si kulit lupa ditarik kembali untuk menutupi glans penis. Hal ini adalah kondisi DARURAT. Kulup dapat membengkak terus, dan glans penis kemudian dapat tercekik dan mengalami nekrosis. Beberapa menganggap hal ini sebagai disunat oleh jin, padahal preputium tertarik ke belakang sehingga seolah-olah seperti disunat.

Jika tidak bisa dikembalikan secara manual (glans penis didorong ke belakang sambil menarik preputium kedepan.. harus dikasih krim anestesi dulu ya sebelumnya spt EMLA supaya gak terlalu sakit), maka bisa dilakukan multiple puncture di sekitar foreskin yang membengkak, atau jika masih susah, dilakukan dorsal slit, yakni melakukan sayatan kecil di kulup sampai penis bisa dikembalikan (terutama jika anak tidak mau disunat). Kalau memang anaknya berencana disunat, ya bisa dilakukan sirkumsisi saja.


Ballooning Kalau kulup lengket dengan glans penis, seringkali terlihat ballooning atau kulit kulup menggembung saat anak akan berkemih. Hal ini umumnya tidak masalah dan akan menyembuh sendiri jika kulup sudah menjadi retractile. Hal yang mesti diperhatikan apakah anak menjadi harus mengedan saat berkemih atau malah BAK yang keluar menjadi tidak lancar.


Balanitis, posthitis, balanoposthitis: Membersihkan kulup atau preputium pada anak yang belum/tidak disunat sebetulnya cukup sederhana dan efektif dalam mencegah kondisi patologis. Kulup yang belum bisa ditarik jangan pernah ditarik secara paksa kalau memang tidak bisa (hanya 50% anak <1 tahun yang bisa diretraksi!). Jika kulup sudah bisa diretraksi/ditarik, maka hygiene preputium dapat dilakukan, dan anak diajari untuk meretraksi kulup perlahan saat mandi. Kulup dibersikan saat mandi dengan air dan sabun lalu dikeringkan, lalu posisi kulup harus dikembalikan seperti semula menutupi glans penis.


Indikasi Medis Sirkumsisi!

Sebetulnya, satu-satunya indikasi mutlak sunat adalah fimosis patologis. Kondisi lain yang mungkin disarankan untuk sunat adalah infeksi saluran kemih dan balanitis yang berulang.

前列腺囊肿的症状有哪?

Kapan baiknya anak disunat ?

Di Amerika Serikat, banyak yang memilih anaknya disunat di masa baru lahir (neonatus), sementara orang Yahudi memilih sunat di usia 8 hari sesuai dengan tradisinya [1] (jelas hal ini mengundang pro kontra, mengingat di sono kulup atau preputium adalah bagian dari erogenous body part yang dibuang begitu saja dan mungkin tidak ada keharusan agama). Memang aspek sirkumsisi ini tidak hanya dari sisi medis saja, tapi banyak pengaruh juga dari sisi budaya dan agama. Bila kondisi anak sehat, sunat bisa dilakukan kapan saja, yang penting sebelum sunat dicari dulu adakah kelainan darah atau masalah medis lainnya yang mungkin menyulitkan saat sunat. Saat ini, sunat dapat dikerjakan dengan cara bedah terbuka, pemasangan cincin ataupun laser (ya, laser CO2 betulan.. bukan laser "besi/kauter panas" yang sering diklaim oleh pusat khitan) yang mungkin dilakukan dengan bius lokal ataupun total. Beberapa dokter bedah bahkan memilih tidak menggunakan jahitan benang misalnya dengan memakai fibrin glue.


 

Siapa yang tidak boleh disunat?

Jika penis kelihatan kecil atau tampak "tenggelam" (disebut juga concealed penis atau webbed penis), atau penis tampak bengkok jika ereksi (chordee), atau lubang kencing tidak ada di ujung penis (kadang sering dibilang sudah disunat oleh jin!) atau hypospadia. Sebenarnya bukan tidak boleh disunat, tapi mesti dirujuk ke dr bedah anak/urologi untuk evaluasi kelainan tersebut. Misalnya pada kasus hypospadia, hasil akhir operasi hypospadia tetap penis akan terlihat disunat; bahkan kalau mengingkan hasil operasi hypospadia tidak seperti disunat (tetap ada kulupnya) juga memungkinan.


Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengklik konsultasi online, dan dokter berkomunikasi satu dengan satu, sebutkan keraguan Anda, kesehatan Anda untuk mengembangkan rencana pemulihan. Atau hubungi hotline: 0813-1518-6262. Saya harap anda segera sembuh


Reservasi Online
Klinik Apollo